6 Contoh Eksplorasi Penyebab Masalah di Pembelajaran Akuntansi

5 min read

penyebab masalah

Ekplorasi Penyebab Masalah. Pada kesempatan ini, nuansaku.id akan menyajikan contoh eksplorasi penyebab masalah yang ditemui dalam proses pembelajaran Akuntansi.

Ekplorasi Penyebab Masalah

No. Masalah yang telah  diidentifikasi Hasil eksplorasi penyebab masalah Analisis eksplorasi penyebab masalah
1 Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Diskusi hari ke-4

Penyebab masalah menurut teman-teman sekelas

1.  Model pembelajaran yang digunakan tidak bervariasi

2.  Pemanfaatan Media pembelajaran belum maksimal.

 

Diskusi hari ke-5

Penyebab masalah berdasarkan Literatur

Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu:

a.     Faktor intern

Faktor intern meliputi faktor jasmaniah, faktor psikologis dan faktor kelelahan. Faktor jasmaniah meliputi faktor kesehatan, cacat tubuh, faktor psikologis meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motiv, kematangan dan kesiapan.

b.     Faktor ekstern

Faktor ektern meliputi faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Faktor keluarga meliputi cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan. Faktor sekolah mencakup metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. Sedangkang faktor masyarakat mencakup kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.

(Slameto, 2010:54-71)

 

Diskusi hari ke-6

Penyebab masalah menurut teman sejawat/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah

Faktor internal siswa bisa menyebabkab siswa kurang aktif dalam belajar, anak kemungkinan sakit, atau anak tidak suka dengan mapel tersebut.

Faktor eksternal bisa disebabkan oleh suasana kelas yang tidak menyenangkan, media yang digunakan guru tidak menarik buat anak, guru kurang memancing anak untuk aktif (bisa memberikan reward dan punishment) saat KBM sehingga siswa merasa dihargai

Diskusi hari ke-7

Penyebab Masalah menurut Pakar

Dukungan orang tua kurang maksimal, dari diundak ke sekolah saja belum pernah mencapai 80%.

Faktor dari anak, minat belajar tidak ada, niatnya hanya ingin dapat ijazah.

Dari guru juga ada, masih kurang maksimal dalam menggunakan media.

Dari sekolah juga sarananya belum memadai.

 

Siswa Kurang aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena faktor internal dan eksternal diantaranya:

A.  Faktor Internal

1.  Anak sedang sakit

2.  Anak tidak suka dengan Mapel tersebut

3.  Minat belajar minim

4.  Niat sekolah hanya ingin mendapat ijazah

B. Faktor Eksternal

1.  Model pembelajaran yang digunakan tidak bervariasi

2.  Media pembelajaran tidak menarik dan kurang maksimal

3.  Guru tidak memancing anak untuk aktif

4.  Tidak ada reward dan sanksi

5.  Ruang kelas yang tidak menyenangkan

6.  Sarana dan prasarana belum memadai

7.  Dukungan orag tua kurang maksimal

2 Ada anak yang tidak mampu memahami bahasa pengantar mata pelajaran yang tertulis maupun lisan. Diskusi hari ke-4

Penyebab masalah menurut teman-teman sekelas

1.   Kurangnya kegiatan Literasi Sekolah

2.   Model pembelajaran yang digunakan Guru Monoton

 

Diskusi hari ke-5

Penyebab masalah berdasarkan Literatur

Menurut Ahmadi dan Supriyono (2003:77), mengemukakan bahwa ː

kesulitan belajar adalah Suatu keadaan dimana anak didik atau siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, hal ini tidak selalu disebabkan oleh faktor intelegensi, akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor non intelegensi.

(Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2003:77)

Diskusi hari ke-6

Penyebab masalah menurut teman sejawat/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah

Penyebab anak tidak mampu memahami bahasa pengantar bisa disebabkan oleh kata-kata tersebut asing di pendengaran siswa/kata-kata baru, contohnya banyak kata-kata asing yang dipakai saat pembelajaran akuntansi (aktiva, passiva, neraca dll)

 

Diskusi hari ke-7

Penyebab Masalah menurut Pakar

Ada masalah keluarga sehingga sampai sekolah masih terbawa

 

Ada anak yang tidak mampu memahami bahasa pengantar mata pelajaran yang tertulis maupun lisan. Hal ini terjadi karena hal-hal berikut:

1.  Kurangnya kegiatan literasi sekolah

2.  Model pembelajaran yang digunakan Guru Monoton

3.  Faktor intelegensi siswa

4.  Ada penggunaan kata-kata asing/baru yang sulit dipahami siswa seperti aktiva, passiva, neraca dan lain-lain.

5.  Ada masalah keluarga sehingga sampai sekolah masih terbawa

3 Komunikasi antara guru dan orang tua siswa terkait pembelajaran di sekolah masih kurang Diskusi hari ke-4

Penyebab masalah menurut teman-teman sekelas

1.  Kurangnya komunikasi yang rutin dengan orang tua siswa

2.  Belum diadakan kegiatan Parenting yang wajib diikuti oleh orang tua siswa

 

Diskusi hari ke-5

Penyebab masalah berdasarkan Literatur

Bronfenbrenner dalam Palts and Kalmus berpendapat bahwa komunikasi menciptakan sistem sosial yang membentuk jaringan untuk mendukung anak didik. 27 Penelitian yang dilakukan oleh Telem & Pinto28 membuktikan bahwa komunikasi antara orang tua, guru dan komunitas (seperti anggota keluarga yang lain, karyawan di sekolah, dll) memainkan peran yang penting bagi kemajuan akademik dan sosial anak di sekolah dasar sebaik di sekolah menengah

 

Diskusi hari ke-6

Penyebab masalah menurut teman sejawat/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah

Guru sangat jarang melibatkan orang tua siswa dalam pembelajaran, hal ini bisa disebabkan oleh komunikasi yang tidak bagus. Disisi lain orang tua juga beralasan sibuk untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga menyerahkan semua urusan belajar kepada guru

 

Diskusi hari ke-7

Penyebab Masalah menurut Pakar

Masalahnya berasal dari orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan anak, diundang tidak datang, alasannya sibuk dengan pekerjaan

 

Komunikasi antara guru dan orang tua siswa terkait pembelajaran di sekolah masih kurang, hal ini terjadi karena:

1.   Kurangnya komunikasi yang rutin dengan orang tua siswa

2.   Belum diadakan kegiatan Parenting yang wajib diikuti oleh orang tua siswa

3.   Guru sangat jarang melibatkan orang tua siswa dalam pembelajaran

4.   Orang tua beralasan sibuk untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga menyerahkan semua urusan belajar kepada guru.

4 Kurang maksimalnya penerapan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa Diskusi hari ke-4

Penyebab masalah menurut teman-teman sekelas

1.   Kurangnya agenda peningkatan kompetensi guru

2.   Belum ada pelatihan pembelajaran Inovatif

3.   Belum ada pelatihan Guru magang di DU/DI

 

Diskusi hari ke-5

Penyebab masalah berdasarkan Literatur

Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki guru adalah kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar. Kemampuan ini membekali guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar. Belajar dan mengajar terjadi pada saat berlangsungnya interaksi antara guru dengan siswa untuk mencapai tujuan pengajaran.

(Sudjana, 2005:4)

 

Diskusi hari ke-6

Penyebab masalah menurut teman sejawat/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah

Dalam kelas biasanya siswa heterogen sehingga ada banyak karakter dan kepribadian. hal ini bisa menjadikan model pembelajaran kurang maksimal. contohnya jika kita menerapkan diskusi kelas, ada anak yang memang rajin untuk berpendapat, ada juga anak yang memang pasif dan bahkan gagap saat berbicara.

 

 

 

Diskusi hari ke-7

Penyebab Masalah menurut Pakar

Faktor usia, sehingga gaptek dan susah mempelajari hal-hal baru

 

Kurang maksimalnya penerapan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa, hal ini terjadi karena:

1.  Kurangnya agenda peningkatan kompetensi guru

2.  Belum ada pelatihan pembelajaran Inovatif

3.  Belum ada pelatihan Guru magang di DU/DI

4.  Karakteristik siswa heterogen sehingga sulit untuk menerapkan metode pembelajaran

5.  Faktor usia, sehingga gaptek dan susah mempelajari hal-hal baru

5 Proses penyusunan soal belum berbasis HOTS (Higher Order Thingking Skill) Diskusi hari ke-4

Penyebab masalah menurut teman-teman sekelas

1.  Belum ada Latihan pemahaman HOTS

2.  Belum ada Latian membuat Soal-soal yang berbasis HOTS

 

Diskusi hari ke-5

Penyebab masalah berdasarkan Literatur

Menurut King, High Order Thinking Skills termasuk di dalamnya berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif, sedangkan menurut Newman dan Wehlage dengan High Order Thinking peserta didik akan dapat membedakan ide atau gagasan secara jelas, berargumen dengan baik, mampu memecahkan masalah, mampu mengkonstruksi penjelasan, mampu berhipotesis dan memahami hal-hal kompleks menjadi lebih jelas. (Hanifah, 2019)

 

Diskusi hari ke-6

Penyebab masalah menurut teman sejawat/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah

Guru belum menguasai penerapan taksonomi Bloom yang membuat acuan untuk membuat soal. guru kurang menguasai materi ajar dengan baik, sehingga guru dalam menyusun soal HOTS masih kesusahan

 

Diskusi hari ke-7

Penyebab Masalah menurut Pakar

Belum ada pemahaman tentang pembuatan soal yang berbasis HOTS

 

Proses penyusunan soal belum berbasis HOTS (Higher Order Thingking Skill), hal ini terjadi karena:

1.   Belum ada Latihan pemahaman HOTS

2.   Belum ada Latian membuat Soal-soal yang berbasis HOTS

3.   Guru kurang menguasai materi ajar dengan baik, sehingga guru dalam menyusun soal HOTS masih kesusahan

4.   Belum ada pemahaman tentang pembuatan soal yang berbasis HOTS

6 Guru belum maksimal dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam pembelajaran Diskusi hari ke-4

Penyebab masalah menurut teman-teman sekelas

1.  Kurangnya pelatihan di bidang Teknologi dan Inovasi

 

Diskusi hari ke-5

Penyebab masalah berdasarkan Literatur

Pengenalan  teknologi  baru  di  sekolah  menjadi  hal  yang  mutlak  diperlukan,  namun  juga  harus

disesuaikan dengan karakteristik siswa pendidikan

(Blândul, 2015, p. 4)

Pembelajaran era digital ini memiliki

potensi besar untuk meingkatkan pen

didikan yang mengurangi kesenjangan pembelajaran siswa

dengan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda

(Fleaca & Stanciu, 2019, p. 1056-1057)

 

 

Diskusi hari ke-6

Penyebab masalah menurut teman sejawat/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah

Ada sebagian guru yang gaptek teknologi, dan itu biasanya ditemui oleh guru yang berusia tua, dan tidak menutup kemungkinan juga bisa ditemui pada guru muda, jika yang bersangkutan tidak mau belajar untuk memanfaatkan teknologi

 

Diskusi hari ke-7

Penyebab Masalah menurut Pakar

Banyak ditemui guru yang gaptek karena faktor usia dan sulit memanfaatkan hal-hal baru

 

Guru belum maksimal dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam pembelajaran, hal ini terjadi karena:

1.  Kurangnya pelatihan di bidang Teknologi dan Inovasi

2.  Ada sebagian guru yang gaptek teknologi

3.  Faktor usia dan sulit memanfaatkan hal-hal baru

Baca Juga:  Pengertian Pajak : Jenis, Fungsi & Manfaatnya