Pengertian Aliansi : Prisip, Proses, Jenis dan Contohnya

1 min read

Pengertian Aliansi : Prisip, Proses, Jenis dan Contohnya

Pengertian Aliansi : Prisip, Proses, Jenis dan Contohnya – Pada artikel ini Nuansaku akan menjelaskan mengenai apa itu pengertian dari Aliansi yang beserta dengan prinsip, proses, jenis dan juga contohnya. Yang mana pada pembahsan pengertian aliansi ini akan dijelaskan secara lengkap, yu simak pembahasan berikut.

Pengertian Aliansi : Prisip, Proses, Jenis dan Contohnya

Pengertian Aliansi yaitu salah satu persekutuan yang dilakukan atasr perorangan, kelompok maupun organisasi yang mempunyai sumber daya (sarana, dan prasarana, dana, serta keahlian, akses, pengaruh, dan juga informasi) dan bersedia terlibat aktif atau berperan dalam menjalankan fungsi dan tugas tertentu.

Pengertian Aliansi dalam Hubungan Internasional merupakan kerjasama antara organisasi maupun kelompok tertentu pada ruang lingkup internasional (antar negara), baik itu dalam bidang politik maupun bisnis dalam rentang waktu tertentu.

Prinsip – Prinsip Aliansi

  • Menemukan visi yang sama, bukan perbedaan dalam berkepentingan. Aliansi harus dimulai dengan berbaik sangka.
  • Utamakan dalam menggagas beberapa pencapaian kecil, serta percaya terhadap harapan Anda, bukan rasa takut.
  • Lakukan tugas serta kegiatan yang sesuai dengan rencana. Apabila kitai gagal merencanakan sesuatu, maka kita berencana untuk gagal.
  • Utamakan isu yang sudah disepakati serta bertumpu terhadap isu tersebut dalam melakukan gerakan.
  • Selalu terbuka dengan pandangan lain, bersedia untuk mufakat serta mengedepankan untuk negosiasi yang saling menguntungkan.
Baca Juga:  Pengertian Magnet : Jenis, Fungsi, Sifat & Bentuknya

Proses Pembentukan Aliansi

  • Menentukan tujuan utama yang akan menjadi agenda dari aliansi tersebut
  • Mengidentifikasi stakeholders serta mencari berbagai pihak yang berpotensi untuk menjadi pendukung dan juga penentang agenda aliansi. Cara melakukan analisis terhadap stakeholders yakni dengan membuat pertanyaan:

    1. Siapa stakeholder inti?
    2. Alasan stakeholder tertarik pada agenda?
    3. Di mana posisi mereka pada agenda (mendukung, netral, atau menentang)?
    4. Bagaimana pengaruh mereka pad aliansi (tinggi, sedang, rendah)?
    5. Apa sumber yang dimiliki stakeholder?
    6. Dimana posisi stakeholder yang paling tepat?

  • Menentukan serta menyepakati visi dan misi yang diperlukan untuk mencapai visi dan misi tersebut.
  • Melakukan mobilisasi dari sumber daya yang diperlukan oleh aliansi.
  • Menjalankan pekerjaan yang mana sesuai rencana secara sistematis dan juga konsisten.

Jenis – Jenis Aliansi

1. Aliansi Strategis

Aliansi strategis merupaka penggabungan anatra dua kelompok danbersatu menjadi sekutu dekat atau lingkaran inti.

Kelompok yang terdapat pada aliansi strategis berperan sebagai pendiri, serta penggagas, penggerak utama, dan juga untuk menentukan serta untuk mengendalikan arah kebijakan aliansi yang dibentuk.

2. Aliansi Taktis

Aliansi taktis merupakan penggabungan antara dua kelompok yang bersatu menjadi sekutu jauh maupun lingkar luar.

Aliansi taktis pada umumnya tidak terlibat langsung serta berperan untuk memberikan dukungan terhadap lingkaran inti.

Aliansi strategis (lingkar inti) yaitu mempunyai sebuah peranan utama yang berfungsi sebagai penggerak utama jaringan aliansi.

Baca Juga:  Pengertian Wacana : Jenis dan Contoh Terlengkap

Namun, sebuah kegiatan aliansi bisa dikatakan efektif apabila melibatkan dan dijalankan secara bersama-bersama dengan aliansi taktis.

Pengertian Aliansi : Prisip, Proses, Jenis dan Contohnya

Contoh Aliansi

1. Aliansi Dalam Bisnis

Bergabungnya Bajaj antara dengan Kawasaki dalam pemasaran motor Kawasaki Bajaj Pulsar 200 NS. Aliansi tersabut dilakukan atas dasar untuk keuntungan dari masing-masing perusahaan.

2. Aliansi Antar Negara

Pakta Warsawa merupakan aliansi antar negara yang dibentuk oleh beberapa negara yang ada di Eropa Timur. Aliansi tersebut bergerak pada bidang keamanan serta pertahanan negara dan didirikan pada tanggal 14 Mei 1955 di Warsawa.

Perjanjian ini ditandatangani oleh tujuh negara, diantaranya yaitu, Uni Soviet, Bulgaria, Rumania, Jerman Timur, Hungaria, Polandia, Cekoslowakia. Alasan dari dibentuknya aliansi Pakta Warsawa yaitu karena ketakutan terhadap ancaman dari NATO.

Itulah penjelasan mengenai Pengertian Aliansi : Prisip, Proses, Jenis dan Contohnya semoga artikel ini bisa menambah wawasan anda. Terima kasih.